AKSI · Peta ekosistem komik Indonesia · Oktober 2026

Outlook komik Indonesia

BetaIni rilis awal. Laporan lengkapnya terbit akhir 2026.

Komik Indonesia kini ditopang kreator independen. Komik self-publish mencakup 88% dari komik yang terbit pada 2025, 289 komikus menerbitkan buku pertamanya yang terindeks di KOMIQUS tahun itu, dan 25% dari 2.542 komikus yang punya entri sendiri di peta sudah bekerja untuk klien luar negeri. Perencanaan 2027 sampai 2030 sebaiknya dimulai dari pergerakan mandiri ini.

4.115judul komik
4.191komikus tercatat, termasuk editor dan tim artis yang memiliki kredit karya
5.275pegiat tercatat: perorangan dan organisasi

Metode penghitungan. Judul komik: judul berbeda yang disebut di mana pun di peta. Komikus tercatat: 2.542 komikus yang punya entri sendiri di peta, ditambah 1.649 komikus yang tercatat dari kredit karya di KOMIQUS (artis, penulis, editor, desainer). Pegiat tercatat: 3.626 orang dan organisasi yang punya entri sendiri di peta, ditambah 1.649 semua orang dengan kredit karya.

Data per 24 Oktober 2026 Arahkan kursor atau ketuk grafik untuk melihat detail, atau pilih grafik lalu pakai tombol panah; “Lihat angka” membuka tiap grafik sebagai tabel

Sebagian sumber disalin manual dari tangkapan layar, katalog, dan unggahan, jadi kekeliruan kecil masih mungkin ada. Sebagian besar angka adalah angka minimal: jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi.

Peta di balik halaman ini

Dunia-dunia Komik Indonesia

Semua angka di sini berasal dari peta ekosistem komik Indonesia yang disusun AKSI: daftar nama dan organisasi di dunia komik Indonesia, tiap entri lengkap dengan sumbernya. Peta ini mencatat 5.275 pegiat (3.626 dengan entri sendiri, terhubung lewat 5.734 koneksi, ditambah 1.649 nama dari kredit buku) dan 4.115 judul komik, dihimpun dari platform, event, penerbit, dan indeks KOMIQUS.

5.275pegiat tercatat
5.734koneksi antar entri di peta
4.115judul komik
1931–2026

Sembilan puluh lima tahun komik Indonesia

Lima era dan titik balik yang sumbernya tercatat di peta, dari strip koran pertama yang bertahan lama sampai event komik 2026. Pilih era untuk membacanya.

95tahun, 1931–2026
5era
32tolok ukur
Komik terbit pada 2025 377 +81% dibanding 2024, tahun lengkap tertinggi sejauh ini

Sumber: KOMIQUS ditambah judul bertanggal dari sumber lain di peta; angka minimal

Komik terbit sepanjang 2026 441 sudah 117% dari 2025: 229 di KOMIQUS, ditambah 186 debut Comipara 7 yang belum masuk KOMIQUS dan 26 dari sumber lain

Sumber: KOMIQUS, daftar Comipara sendiri, dan peta, Okt 2026; angka minimal

Porsi self-publish, 2025 88% 96% sepanjang 2026, dibanding 15% pada 2018, puncak era platform

Sumber: penerbit tiap komik, dari semua sumber di peta; sebagian kecil tidak menyebut penerbit dan tidak dihitung

Komikus debut, 2025 289 180 sepanjang 2026; tertinggi sebelumnya 217 pada 2018, terendah 67 pada 2021

Sumber: kredit KOMIQUS, dibaca Okt 2026

Komikus tercatat yang bekerja untuk klien luar negeri 648 dari 2.542 komikus yang punya entri sendiri di peta

Sumber: koneksi di peta ekosistem; angka minimal

Adaptasi layar yang sedang digarap 5 dalam produksi, pra-produksi, atau sudah diumumkan, dibanding 13 yang sudah rilis sejak 2017

Sumber: tabel adaptasi di peta ekosistem

Siapa yang berkarya

Era platform berakhir, komikus terbit mandiri

Jumlah terbitan turun setelah 2018 lalu naik lagi lebih tinggi, hampir seluruhnya lewat self-publishing: buku lebih tipis, dibuat sendiri, tanpa ISBN, dan rilis di event. Generasi baru sedang debut; bagi kebanyakan, buku kedua masih menjadi potensi, tidak berhenti.

377komik terbit pada 2025
88%self-publish
289komikus debut pada 2025
Pembaca dan uang

Perhatian terpusat; kerja komik sudah jadi ekspor sejak 2010-an

Segelintir serial webtun meraih sebagian besar pembaca. Kerja komik juga sudah dijual ke luar negeri sejak awal 2010-an, ketika komikus Indonesia mulai rutin menggambar untuk Marvel dan DC; kini sebagian besar kerja itu dijual langsung ke klien luar negeri dan belum tercatat sebagai statistik ekonomi.

55%likes WEBTOON dipegang sepersepuluh teratas
648komikus yang bekerja untuk klien luar negeri
295original WEBTOON lokal
WEBTOON Canvas

Canvas: Top Hit-nya serial lama, dan hanya sedikit yang ongoing

254 serial Canvas Indonesia di atas 50.000 likes, dari 228 kreator, dengan total 65.480.010 likes. Segelintir hit menyumbang sebagian besar angka itu, kebanyakan serialnya sudah berhenti bertahun-tahun lalu, dan hanya sedikit kreator Canvas yang muncul di skena komik lain.

254serial di atas 50.000 likes
2,3tahun, median lama tayang
13masih update
Layar

Komik semakin diminati untuk Adaptasi

5 dari 13 adaptasi yang sudah rilis keluar pada 2024–2025, dan 5 lagi sedang dalam produksi, pra-produksi, atau sudah diumumkan. Kini animasi dan serial ikut menyusul film.

13adaptasi sudah rilis
5lagi sedang digarap
1.600.000penonton Gundala, yang terbanyak
Titik kumpul

Event dan segelintir penerbit jadi hub komikus

Event independen adalah tempat buku self-publish bertemu pembacanya, dan event-event ini terus tumbuh. Segelintir penerbit dan rumah produksi melibatkan ratusan komikus tercatat.

381komik 2026 yang rilis di event
254komik baru di Comipara 7, minimal
1.965circle di Comic Frontier 23
2027–2030

Yang perlu direncanakan

Enam implikasi dari grafik-grafik di atas. Tiap kartu ditarik dari data yang ada.

Distribusi

Dukung komikus self-publish

Pertumbuhan ada di buku yang diterbitkan dan dijual sendiri oleh komikusnya. Fasilitasi kemudahan pembayaran cetak, ISBN, konsinyasi, dan akses ke toko akan lebih berdampak daripada menambah penerbit baru.

Dasar
Judul KOMIQUS menurut jenis penerbit.
Penerbitan

Scouting di event

Event kini jadi tempat komik baru muncul: minimal 381 dari 441 komik yang terbit sepanjang 2026 rilis di akhir pekan event, hampir semuanya self-publish. Penerbit bisa memakai event sebagai ajang mencari karya dan menawarkan jalan bagi komikus untuk menjangkau pembaca lebih luas: ISBN, distribusi ke toko buku, dan penyuntingan. Kalau penerbit menyerap 5% komik self-publish tiap tahun, itu berarti sekitar 16 dari 312 judul pada 2025, dibanding 42 komik yang diterbitkan penerbit tahun itu, dan sekitar 31 per tahun pada 2030 menurut skenario di bawah.

Dasar
Komik terbit per tahun dan rilis di event; ISBN di buku cetak (1 dari 277 self-publish, 16 dari 41 buku penerbit, 2025).
Karier

Danai buku kedua

Jumlah debut memecahkan rekor, dan buku kedua sering baru terbit dua tahun atau lebih setelah yang pertama. Mentoring, grant per jilid, dan klinik editorial bisa memangkas jeda itu dan mengubah debut menjadi serial.

Dasar
Debut dan kredit per komikus di KOMIQUS.
Ekspor

Hitung kerja ekspor

Kerja komik sudah menghasilkan dari klien luar negeri sejak 2010-an, dan sebagian besar masih belum tercatat. Mengukurnya, sekaligus membantu studio beralih dari work for hire ke IP milik sendiri, bisa jadi kebijakan ekspor.

Dasar
Koneksi di peta ke Fiverr, tim Kisai, Metakomik, vertwo, Hive, dan Goxtoon, serta penerbit luar negeri.
IP

Formalkan HAKI

Adaptasi datang makin cepat dan segelintir hit di platform memegang sebagian besar pembaca. Kontrak yang rapi, pendaftaran IP, business deck, dan series bible untuk judul yang sudah punya penggemar bisa menguatkan peluang.

Dasar
Tabel adaptasi dan likes WEBTOON.
Pembaca

Ajak pembaca kembali ke platform

Segelintir serial memegang sebagian besar likes, dan 168 dari 230 kreator Canvas di peta hanya menjangkau pembacanya di sana. Kerja sama dengan WEBTOON untuk original lokal, format berbayar, dan terjemahan bisa memperluas pembaca sekaligus porsi yang diterima kreatornya.

Dasar
Likes WEBTOON dan Canvas; kreator Canvas di peta.
2030

Berhitung Target

Dua target untuk 2030, dihitung dari self-publishing. Titik awalnya diambil dari data peta; targetnya adalah asumsi AKSI.

10.000.000pembaca aktif di WEBTOON dan beberapa platform lokal
59.324pembeli komik yang membeli minimal 5 buku per tahun
Kenapa dua angka ini. Angkanya moderat, tapi tetap menunjukkan kemauan untuk menumbuhkan ujung industri komik yang bisa diukur: pembaca dan pembeli. Angka ini juga bisa jadi tolok ukur untuk langkah berikutnya, seperti pengembangan IP, pertumbuhan talenta, dan kebijakan publik.

Cara membaca halaman ini. Tiap kartu mencantumkan sumber dan tanggalnya di bawah grafik. Angka-angkanya berasal dari indeks publik, katalog, dan daftar di platform sebagaimana tercatat di peta ekosistem AKSI, yang baru memuat sebagian kecil pelaku komik yang aktif, jadi jumlah orang di sini adalah angka minimal. Tidak ada angka di sini yang menunjukkan penghasilan perorangan.

Sumber

Urun Usaha

Bantu lengkapi peta

Tiga cara. Pindai kode atau buka tautannya; masing-masing membuka formulir singkat.

Bagikan pandanganmu tentang komik Indonesia

Pembaca, komikus, atau siapa pun yang aktif di dunia komik: ceritakan bagaimana kamu melihat ekosistemnya.

bit.ly/ekosistemkomik

Daftarkan komikmu di katalog komik Indonesia

Katalog ini adalah bank data sektor komik, sekaligus sumber pilihan AKSI untuk program-programnya.

bit.ly/katalogkomik

Ceritakan yang belum ada di peta

Tahu komik lokal, komikus, atau komunitas yang layak masuk peta ekosistem? Kirimkan lewat formulir singkat ini.

bit.ly/infokomiklokal
KOMIQUS

Lebih jauh tentang komik Indonesia

Untuk detail, preview, dan info komik Indonesia yang beredar, kunjungi KOMIQUS.COM.

Visit KOMIQUS.COM

Bagikan outlook ini

Teruskan ke sesama pegiat komik: kreator, penerbit, penyelenggara event, dan pembaca.

Cara halaman ini dibuat: penggunaan AI

AKSI membangun dashboard ini dan peta ekosistem di baliknya dengan bantuan Claude, model AI buatan Anthropic. Tim AKSI memilih dan mengumpulkan setiap sumber, baik publik maupun manual, serta mengarahkan pekerjaannya. Dalam arahan itu, AI membaca dan menyalin sumber, mencocokkan nama antar sumber, menghitung angka, serta menyusun draf grafik dan teks. Pengecekan, validasi sebagian, dan koreksi dilakukan oleh manusia.

Validasinya masih sebagian, jadi bacalah angka-angka ini sebagai angka minimal, bukan sensus. Untuk pembaruan berikutnya, AKSI akan mengajak sekelompok kecil orang untuk mengecek fakta dan mengoreksi peta. Ada yang salah dan perlu dikoreksi? Kabari kami di bit.ly/infokomiklokal.

© 2026 Rizqi R Mosmarth dan Asosiasi Komik Indonesia (AKSI).

Teks, grafik, laporan dan kompilasi di halaman ini milik penyusun dan AKSI. Judul komik, karakter, logo, dan kekayaan intelektual lain yang disebut di sini milik pemiliknya masing-masing dan dicantumkan hanya sebagai identifikasi.

Siapa pun yang namanya tercatat di peta bisa meminta nama atau datanya dikoreksi atau dihapus: tulis ke asosiasikomik@cergam.id.

Proyek nirlaba, dibuat untuk riset, kajian akademik, dan pengembangan sektor komik Indonesia.